Pada hari jum’at tepatnya tanggal 17 Februari pukul 09.00 WIB acara WBWR 2012 secara resmi telah dibuka, antusiasme untuk segera memulai kegiatan tersebut begitu terlihat dari peserta ketika mereka baru datang di gedung Biologi ITS. Antusiasme tersebut terlihat ketika para peserta sudah tidak sabar untuk melakukan pengamatan di Institut Teknik ini, peserta banyak yang langsung melakukan pengamatan di sekitar gedung Biologi ketika baru datang dari daerahnya masing-masing walapun perlombaan tersebut belum di mulai. Mungkin karena terlalu ramainya suara burung yang berkicau di pagi itu dan membuat para peserta semakin penasaran akan eksotika avivauna yang terdapat di wilayah kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini.
Pembukaan kali ini di buka oleh Pembantu Dekan FMIPA ITS dengan simbolisasi berupa menyerahkan dan mengkalungkan ID Card kepada peserta yang terjauh dan termuda yaitu dari Pulau Kepala Burung (Papua) dan tim dari Semarang. Acara WBWR ini di ikuti oleh 22 tim dari berbagai wilayah, yang pertimnya beranggotakan 3 orang. Setelah pembukaan ada sedikit penjelasan tentang peraturan lomba, lokasi, kriteria perlombaan, serta hal-hal yang mendukung dan berhubungan dengan pengamatan di hari pertama ini.
Rasa semakin penasaran dari peserta semakin bertambah untuk mengetahui spesies apa saja yang terdapat di wilayah kampus perjuangan ini ketiga rombongan peserta berjalan menuju masjid manarul ilmi untuk melakukan sholat jum’at dengan ditemani kicauan yang semakin bermacam-macam dan burung-burung yang sekilas melintas di sepanjang jalan menuju masjid.
Peserta WBWR 2012 baru dapat melakukan pengamatan setelah sholat jum’at usai yaitu pukul 13.00 WIB dengan melakukan pengamatan di seluruh wilayah kampus Institut Teknologi sepuluh Nopember ini. Begitu waktu pengamatan dimulai peserta segera bergegas dan menyebar ke seluruh penjuru ITS untuk mengeksplorasi burung-burung yang ada di ITS dengan membawa buku sketsa serta alat bantu pengamatan berupa binokuler, monokuler, maupun kamera. Disinilah salah satu moment untuk menarik masyarakat sekitar khususnya mahasiswa Institut Teknik ini untuk lebih peduli dan sadar akan ke-exsotisan burung-burung yang ada di kampus ini, alangkah di sayangkan jika ramainya suara kicauan burung yang menemani serta menghibur kita ketika melakukan berbagai kegiatan di kampus tercinta ini tidak lagi terdengar dan dinikmati oleh adik-adik penerus kita.
This slideshow requires JavaScript.
Setelah waktu pengamatan dimulai berbagai peserta mulai melakukan strateginya masing-masing untuk mendapatkan sebanyak-banyaknya spesies burung demi memenuhi buku sketsanya karena hal tersebut akan mempengaruhi perolehan point penilaian dari juri, jadi semakin banyak burung yang ditemukan dan dituangkan melalui sketsa dan deskripsi maka semakin banyak point yang dikumpulkan. Tidak sedikit peserta yang mengeluh akan temperature, karena pengamatan dilakukan disiang sampai sore hari maka peserta yang melakukan pengamatan dengan berjalan kaki ini harus berhadapan langsung akan teriknya matahari. Hal itu juga bukan suatu halangan bagi peserta WBWR 2012 untuk melakukan pengamatan dengan berkeliling kampus ITS sampai batas waktu yang ditentukan yaitu pukul 17.00 WIB. Setelah waktu pengamatan telah berakhir peserta mulai mengumpulkan buku sketsa yang penuh akan gambar morfologi dan deskripsi spesies yang mereka temukan, lalu mereka baru dapat melakukan istirahat untuk mempersiapkan tenaga di hari ke dua. Disela-sela istirahat mereka juga terdapat “Kuis”, Kuis ini juga dapat mendongkrak nilai mereka jika peserta kurang beruntung dalam saat pengamatan. Kuis tersebut terdiri menjadi empat kriteria, yaitu; pengetahuan umum tentang burung, tembak photo burung, tebak suara burung, dan sketsa.